Showing posts with label Animals. Show all posts
Showing posts with label Animals. Show all posts

9/22/13

World Rhino Day.

Hello, friends! How are you?
It's been a while since my last post, hehe... I had been sooo busy with my thesis. 
Nevertheless, all the hard work has paid off. I've finally earned my master's degree. Yay!
Thanks to God and to everyone who always supports me.

Well, today, September 22, is celebrated as the World Rhino Day.
Therefore, on this occassion, I would like to express my support for rhino conservation through this kind of artwork.

Happy World Rhino Day!
FYI:
Rhinos are among the most endangered species. There are five species of rhinos: Black Rhino (Diceros bicornis), White Rhino (Ceratotherium simum), Sumatran Rhino (Dicerorhinus sumatrensis), Javan Rhino (Rhinoceros sondaicus), and Indian Rhino (Rhinoceros unicornis). Rhinos face serious threats from poaching (they are killed for their horns) and habitat degradation. 

6/8/11

Pick Your Color!

It's always your choice to be colorful or not.

(Watercolor on paper | Adobe Photoshop)

3/23/11

Kimmy The Kitten

Seperti yang pernah saya bicarakan pada posting-an sebelumnya, sekarang saya memelihara kucing lagi. Hehe... Namanya Kimmy. Sama seperti Michan dan Ichan, Kimmy bukanlah kucing ras galur murni. Ia termasuk ke dalam jenis kucing kampung. Entah kenapa, saya lebih suka "wajah" kucing kampung dibanding dengan wajah kucing jenis lain. Selain perawatannya yang tidak ribet, kucing kampung juga tidak terlalu pemalas dan menyenangkan untuk diajak bermain. 

Kimmy ditemukan adik saya di tempat latihan aikido di kampusnya, UI Depok. Saat ditemukan, Kimmy yang masih berusia kurang dari satu bulan itu sedang berusaha menyelamatkan dirinya dari serangan seekor anjing lapar. Karena iba, adik saya yang juga menyukai kucing memutuskan untuk membawa Kimmy pulang. Sebelum pulang, ia mampir dulu ke sebuah pet shop.  Kimmy pun dibelikan kandang, makanan, serta susu untuk kucing.

Pertama kali saya bertemu Kimmy, ia begitu mungil dan kurus. Ia juga sering bersin-bersin dan sakit mata. Sekarang, sudah satu bulan Kimmy tinggal di rumah kami. Kesehatannya semakin baik serta sudah tidak kurus lagi. Senangnya! Semakin hari, ia semakin gesit dan lincah. Ia sangat senang bermain dengan menerkam, berlari, melompat, menggigit, dan mencakar. Hal tersebut sangatlah wajar dan merupakan bagian dari play behavior atau perilaku bermain yang biasa ditunjukkan oleh seekor anak kucing. Apalagi, Kimmy merupakan kucing jantan. Perilaku bermain ini berperan penting dalam perkembangan mereka, karena merupakan awal perkembangan untuk bersosialisasi maupun berkelahi di masa dewasa nanti. Hehe. Lucu, ya?


Everybody, please welcome, this is Kimmy! 




3/16/11

Kucing

Dulu, saya sempat memelihara kucing perempuan bernama Michan Maruchan beserta anaknya yang bernama Michan Marichan alias Ichan (namanya tidak kreatif nih, hehe). Keduanya sempat tinggal di rumah saya selama bertahun-tahun.  Michan wafat mendahului Ichan akibat sebuah kecelakaan. Sementara Ichan yang telah tinggal selama lebih dari satu dekade, menghilang secara tiba-tiba. Sempat dengar mitos, kalau kucing sudah lama tinggal dengan sebuah keluarga, ia tidak akan menampakkan kematiannya di hadapan keluarga tersebut. Boleh percaya atau tidak.

Ichan sudah seperti anggota keluarga kami. Selain suka makan ikan dan daging seperti kucing lainnya, Ichan juga suka makan makanan manusia. Ia suka snack, gorengan, dan makanan manusia lainnya. Kalau saya sedang ingin curhat, Ichan seringkali duduk manis, menatap saya, seolah-olah ia mengerti apa yang saya ucapkan. Tingkah lakunya pun semakin hari semakin "manusiawi". Ia menonton televisi. Ia juga suka membangunkan keluarga kami saat sahur, khusus di bulan Ramadhan. Ia juga pernah berusaha membuka pintu dengan meraih gagang pintu. Ketika saya suruh diam, ia diam. Ketika saya suruh duduk, ia duduk. 

Seringkali terbersit dalam benak saya, si Ichan ini hewan atau manusia, sih? Or is she actually a human trapped inside a cat's body? Boleh deh menganggap saya bego atau apa. Hehe... Penafsiran saya terhadap Ichan ini agaknya sedikit terpengaruh oleh antropomorfisme. Dalam Ilmu Kelakuan Hewan, antropomorfisme ialah menganggap bahwa organisme (hewan) memiliki kemampuan seperti manusia. Biasanya, semakin kita merasa mengenal suatu organisme (hewan), maka semakin kuat pula kecenderungan menafsir perilaku hewan secara antropomorfisme tersebut. Hehehe.

Pada dasarnya, perilaku hewan itu terdiri atas perilaku sederhana dan perilaku kompleks. Perilaku sederhana ialah perilaku yang dibawa sejak lahir sehingga tidak perlu dipelajari lagi, salah satunya adalah insting. Sementara itu, perilaku kompleks adalah perilaku yang diperoleh dengan cara dipelajari, yaitu perilaku  learning dan reasoning. Dan ya, saya pikir, perilaku Ichan yang "kemanusia-manusiaan" ini merupakan bentuk perilaku yang ia pelajari dari manusia, seiring dengan perkembangan susunan syarafnya.

Semenjak kepergian Ichan, saya menjadi trauma untuk memelihara kucing lagi. Kehilangan seekor kucing kesayangan itu rasanya betul-betul tidak enak. Mereka yang merupakan pecinta kucing pasti mengerti ini. Saya pun memutuskan untuk tidak memelihara kucing lagi. Sampai akhirnya beberapa minggu yang lalu, adik saya membawa seekor anak kucing ke rumah. Sulit sekali rasanya menahan diri. The kitten's too cute to ignore. And I realized that a relationship between a girl and a cat has just literally started...