Showing posts with label Personal. Show all posts
Showing posts with label Personal. Show all posts

2/19/14

Happy Funlentine, N!

I'm not a romantic person, nor the one who loves to celebrate Valentine's Day.
So, I'm doing what I can.
This is a drawing I specially made for you. 
Happy Funlentine, N!

2/4/12

Human. Universe.


The human mind is not capable of grasping the Universe. 
We are like a little child entering a huge library. 
The walls are covered to the ceilings with books in many different tongues. 
The child knows that someone must have written these books. 
It does not know who or how. 
It does not understand the languages in which they are written.
But the child notes a definite plan in the arrangement of the books
— a mysterious order which it does not comprehend, but only dimly suspects.

ALBERT EINSTEIN

9/11/11

Welcome Back, College Life!

Hello!

My super-duper-long holiday will be over very soon. Yes, I'm going back to college life tomorrow morning. It is time to say hello to so-called daily college routines. Time to say  "Hey, see you, later!" to loads of comics or DVDs. No more sleeping all day long, or doing things I like whenever I want. You're asking me what I'm feeling right now, no? The answer is, frankly, I'm feeling awkward. Exactly, the feeling between excited and sad. Nevertheless, I realize that this is what we call "life". There are times when we have to move our ass out of our comfort zones, right? Unless we want our lives to be something very very flat. You know, it's like, life will lose its meaning if we get stuck up in comfort zones.

Speaking of which, this long holiday has caused some impacts on myself, especially my brain (exaggerated) haha. But yeah, I often analogize the brain as a knife or a blade. If the knife is not sharpened frequently, it will dull. And I don't want that to happen to my brain, of course. Well, I hope everything's gonna be back to normal as soon as I set my feet on the floor of the college building.

Good night, Mates! :)

5/24/11

Alhamdulillah

Minggu pagi, 22 Mei 2011. 

Sebuah kalimat yang terpampang pada sebuah halaman website betul-betul membuat saya lega. 

"Selamat, Anda diterima di Universitas Indonesia."


For all You have given. For all You have permitted. I thank You, Dear God. :)

4/9/11

Yippie-kay-yay!

Thanks a bunch to the warm-hearted guy who gave me a new watercolor set on April 6th. :3

Happy, happy, finally my brush set met its partner. Hohoho...

Anyhow, I promise myself not to open the package until April 17th, or else I will spend a lot of time painting (okay this may sound rather hyperbolic; as if I were good at painting, whereas the fact is I'm not, hahaha!) and forget my plan to focus on one-very-important thing. :)

3/16/11

Kucing

Dulu, saya sempat memelihara kucing perempuan bernama Michan Maruchan beserta anaknya yang bernama Michan Marichan alias Ichan (namanya tidak kreatif nih, hehe). Keduanya sempat tinggal di rumah saya selama bertahun-tahun.  Michan wafat mendahului Ichan akibat sebuah kecelakaan. Sementara Ichan yang telah tinggal selama lebih dari satu dekade, menghilang secara tiba-tiba. Sempat dengar mitos, kalau kucing sudah lama tinggal dengan sebuah keluarga, ia tidak akan menampakkan kematiannya di hadapan keluarga tersebut. Boleh percaya atau tidak.

Ichan sudah seperti anggota keluarga kami. Selain suka makan ikan dan daging seperti kucing lainnya, Ichan juga suka makan makanan manusia. Ia suka snack, gorengan, dan makanan manusia lainnya. Kalau saya sedang ingin curhat, Ichan seringkali duduk manis, menatap saya, seolah-olah ia mengerti apa yang saya ucapkan. Tingkah lakunya pun semakin hari semakin "manusiawi". Ia menonton televisi. Ia juga suka membangunkan keluarga kami saat sahur, khusus di bulan Ramadhan. Ia juga pernah berusaha membuka pintu dengan meraih gagang pintu. Ketika saya suruh diam, ia diam. Ketika saya suruh duduk, ia duduk. 

Seringkali terbersit dalam benak saya, si Ichan ini hewan atau manusia, sih? Or is she actually a human trapped inside a cat's body? Boleh deh menganggap saya bego atau apa. Hehe... Penafsiran saya terhadap Ichan ini agaknya sedikit terpengaruh oleh antropomorfisme. Dalam Ilmu Kelakuan Hewan, antropomorfisme ialah menganggap bahwa organisme (hewan) memiliki kemampuan seperti manusia. Biasanya, semakin kita merasa mengenal suatu organisme (hewan), maka semakin kuat pula kecenderungan menafsir perilaku hewan secara antropomorfisme tersebut. Hehehe.

Pada dasarnya, perilaku hewan itu terdiri atas perilaku sederhana dan perilaku kompleks. Perilaku sederhana ialah perilaku yang dibawa sejak lahir sehingga tidak perlu dipelajari lagi, salah satunya adalah insting. Sementara itu, perilaku kompleks adalah perilaku yang diperoleh dengan cara dipelajari, yaitu perilaku  learning dan reasoning. Dan ya, saya pikir, perilaku Ichan yang "kemanusia-manusiaan" ini merupakan bentuk perilaku yang ia pelajari dari manusia, seiring dengan perkembangan susunan syarafnya.

Semenjak kepergian Ichan, saya menjadi trauma untuk memelihara kucing lagi. Kehilangan seekor kucing kesayangan itu rasanya betul-betul tidak enak. Mereka yang merupakan pecinta kucing pasti mengerti ini. Saya pun memutuskan untuk tidak memelihara kucing lagi. Sampai akhirnya beberapa minggu yang lalu, adik saya membawa seekor anak kucing ke rumah. Sulit sekali rasanya menahan diri. The kitten's too cute to ignore. And I realized that a relationship between a girl and a cat has just literally started...